Ada satu lagi film keren yang sempat saya dan istri tonton. Hollywood telah kembali menunjukkan kebolehannya dalam menggarap film fiksi yang unik dan menarik untuk ditonton bertajuk “Hancock”. Kisah superhero yang miskin, pemabok dan begajulan bernama Hancock, yang kemudian menjadi sosok yang lebih baik dan dicintai orang-orang, itu memang benar-benar menarik dibandingkan dengan kisah-kisah superhero lainnya.
Setelah nonton film itu, saya jadi kepikiran. Ternyata, memang karakter itu yang utama. Mau orang sepinter apapun, seganteng apapun, atau sekuat apapun, kalau kelakuannya jelek, pasti orang-orang nggak bakalan suka.
Makanya, ada ungkapan “knowledge is power, but character is more”. Itulah kenapa seharusnya sekolah, keluarga dan lingkungan menitikberatkan pendidikan anak kepada pembentukan karakter ketimbang melulu pengetahuannya. Jangan sampai anak didorong untuk meraih gelar akademis setinggi-tingginya, tapi ujung-ujungnya berakhir dipenjara karena korupsi.
Film itu menunjukkan juga bahwa sekelam apapun masa lalu seseorang, sepanjang orang itu sungguh-sungguh mau memperbaiki dirinya, pasti akan ada jalan. Orang-orang pasti akan menilai kesungguhan dari usahanya tersebut. Karena itu, jangan pernah ragu untuk memperbaiki diri. Kalau kata AA Gym, mulai dari diri sendiri, dari sekarang dan dari yang kecil.
Go, Hancock, Go!
(foto: www.21cineplex.com)
2 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment


Dan pendidikanyang ada di sekolah dan keluarga Indonesia bertujuan membentuk karakter manusia yang…….*ga berani jawab
kalau nolong orang tapi caranya yang salah, apa gunanya? film hancock.