Aksi Mahasiswa Tanpa Simpati Publik, Omong Kosong!

Bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan dalam demonstrasi menentang kenaikan harga BBM merebak di mana-mana. Saya tidak tertarik menjadi ’hakim’ yang mempersoalkan siapa yang salah atau yang benar dalam bentrokan tersebut. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa apapun alasannya aksi mahasiswa harus dilakukan tanpa kekerasan!

 

Mahasiswa memang patut bergerak untuk menyuarakan kepeduliannya atas kondisi bangsa saat ini. Sejarah menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa/pemuda memiliki andil besar dalam perubahan situasi dan kondisi bangsa ini. Apabila mahasiswa berdiam diri saja dengan keadaan saat ini, maka hal itu justru akan menimbulkan tanda tanya besar.

 

Namun, aksi mahasiswa bukannya tanpa strategi. Mahasiswa sebagai kaum terpelajar harus mampu memperhitungkan dampak dari aksi yang dilakukannya. Dampak yang paling penting dari aksi mahasiswa adalah timbulnya simpati dan dukungan dari masyarakat. Suatu aksi mahasiswa tidak akan pernah berhasil mencapai tujuannya tanpa simpati dan dukungan dari masyarakat.

 

Yang dimaksud masyarakat itu bisa siapa saja. Bisa ibu rumah tangga, karyawan swasta, atau pejabat negara. Bahkan bisa saja aparat keamanan yang bertugas menjaga aksi mahasiswa. Tahu khan kenapa dalam aksi-aksi demonstrasi di berbagai negara seringkali aparat keamanan akhirnya bergabung dengan para demonstran? Jawabnya sudah jelas: simpati!

 

Mahasiswa harus mampu menarik simpati dan dukungan dari masyarakat. Hal itu jelas tidak akan dapat diraih apabila aksi mahasiswa dilakukan secara barbar, tanpa strategi yang jelas. Aksi mahasiswa yang memancing bentrokan dengan aparat keamanan jelas tidak akan menghasilkan apa-apa. Menang jadi arang, kalah jadi abu.

 

Masyarakat mendambakan aksi mahasiswa yang cerdas dan beradab. Semua orang sudah jenuh dengan kekerasan. Ada isu-isu lain yang harus segera disikapi mahasiswa ketimbang ngotot mempertanyakan kenaikan harga BBM.

 

Isu-isu lain yang penting itu adalah mengenai program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Pemilu 2009. Sudah bukan rahasia lagi apabila dalam pelaksanaan program BLT mengalami banyak penyimpangan. Mahasiswa seharusnya bisa menyikapi dengan membangun jaringan mahasiswa untuk memantau pelaksanaan program BLT ini. Pantau dan laporkan setiap penyimpangan yang terjadi, maka siapapun akan berpikir panjang untuk menyalahgunakan program BLT.     

 

Masalah Pemilu 2009 juga harus menjadi perhatian dari mahasiswa. Kerja KPU yang lambat dan pengawasan tahapan pemilu yang belum efektif menjadi isu krusial saat ini. Ketidakberesan persiapan dan pengawasan pemilu akan memperbesar kemungkinan terpilihnya wakil-wakil rakyat yang akan menambah terpuruknya kondisi bangsa. Mahasiswa seharusnya bisa berperan nyata dalam situasi ini. Sebagai contoh, pada Pemilu 1999, mahasiswa dari berbagai kampus pernah melakukan aksi nyata dengan membentuk Jaringan Perguruan Tinggi Pemantau Pemilu/UNFREL (University Network for Free and Fair Election). Pada saat itu, UNFREL mampu memberikan pendidikan pemilu untuk masyarakat serta memantau tahapan pemilu.     

   

Maju terus mahasiswa Indonesia!

Kami tunggu aksi unjuk kecerdasanmu, bukan aksi unjuk kekerasanmu!

(foto: http://iddaily.blogspot.com)

5 Comments

  1. woi….. masyarakat tuh pada kesel gara2 bikin jalanan tambah macet. ngaca dong…… kuliah sono. ortu kan bilang :”kuliah yang rajin ya nakkkk” bukan :”demo yang rame ya nakkkk”

    dasar, berpikirlah lebih dewasa

  2. Kirain kasih tau gimana demonstrasi yg cerdas.. halah mas..mas..:p

  3. Kirain kasih tau gimana cara demo nya mas.. eh ga taunya.. latar belakang n perumusan masalah :p

  4. @ Zulfikar Hakim

    Kalo demo di jalan keliatan heroik, pak.
    Sukur-sukur bisa masuk tipi. Makanya kadang suka
    “over acting” … hehehe

    @ comment no. 2 & 3

    aksi mahasiswa bukan sekedar demo, pak.
    makanya saya menyarankan untuk membuat
    jaringan pemantau BLT dan Pemilu 2009.
    Lebih cerdas khan?

  5. Jgn cuma demo dong, yg cuma pake otot (adu kuat2 otot sm polisi), buat kajian ttg keuangan negara bikin proposal alternatif selain naekin harga BBM. Yg diteriakin pas demo cuma kenapa pemerintah dulu nggak gini nggak gitu. Yg kita butuhin sekarang solusi saat ini sm masa depan.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s