Ironi Jalan Berlubang

Apa kesamaan jalan-jalan raya yang ada di seluruh pelosok tanah air? Pasti ada bagian yang berlubang! Mending kalau segera diperbaiki. Ada lubang di jalan yang bertahun-tahun bahkan dibiarkan begitu saja.

 

Seharusnya pemerintah daerah bisa segera menganggarkan dana untuk memperbaiki jalan-jalan berlubang didaerahnya. Tapi apa kemudian yang sering menjadi prioritas anggaran? Acara lepas sambut kepala daerah, acara lepas sambut kepala dinas dan hal-hal seremonial lain yang kadang menghabiskan dana yang lebih besar dibandingkan dana untuk memperbaiki jalan yang berlubang.

 

Coba kita hitung berapa milyar dana yang dihabiskan seorang calon kepala daerah untuk ”memoles” dirinya agar terlihat bagus dihadapan publik? Berapa besar dana yang dikeluarkannya untuk biaya spanduk, poster dan iklan di media cetak maupun elektronik agar dirinya terlihat baik, santun, simpatik, dermawan, baik hati, alim dan lain sebagainya? Adakah calon kepala daerah yang berpikir untuk melakukan kampanye simpatik yang lebih bermanfaat dengan memperbaiki jalan yang berlubang?

 

Jalan-jalan raya di daerah seringkali menjadi urat nadi perekonomian daerah tersebut. Apabila terdapat gangguan pada jalan tersebut, pasti akan mengganggu peri kehidupan masyarakat. Distribusi bahan makanan bisa terganggu, karyawan bisa terlambat ke kantor, pelajar bisa terlambat ke sekolah dan pegawai pemerintah bisa terlambat datang ke kantor untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

Pemerintah daerah seringkali menutup mata dan telinganya apabila masyarakat berkeluh kesah tentang jalan yang berlubang. Berbagai alasan biasanya dikemukakan. Dari mulai belum ada anggaran sampai menunggu anggaran tahun depan yang entah tahun depan yang mana.

 

Meski telah sering memakan korban, namun baru sekarang jalan berlubang mendapat perhatian yang begitu besar dari pemerintah daerah maupun masyarakat. Hal ini karena seorang politisi senior Sophan Sopian meninggal dunia ketika Harley Davidson-nya yang dikendarainya terjatuh saat menghindari lubang di jalan perbatasan Sragen (Jawa Tengah) dengan Ngawi (Jawa Timur). Apakah memang harus menunggu sampai ada tokoh penting yang menjadi korban?          

(foto: http://hinamagazine.com)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s