Harga Barang Naik, Harga Diri Turun?

Seperti telah diduga sebelumnya, ketika harga BBM jadi dinaikkan oleh pemerintah, langsung saja harga-harga barang turut merangkak naik. Menyikapi hal ini, setiap orang, dari kalangan bawah, menengah atau atas, pasti berusaha keras untuk ’mengakali’ keadaan ini.

 

Masyarakat kalangan bawah akan mencari cara agar kebutuhan pokoknya tetap terpenuhi. Belanja kebutuhan makan sehari-hari, bayar cicilan rumah atau biaya sekolah anak akan menjadi fokus perhatiannya. Sedangkan masyarakat kalangan menengah dan atas cenderung mencari cara agar gaya hidup mereka dapat terus dipertahankan.

    

Sangat wajar kalau setiap orang kemudian akan mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Masalah akan muncul kalau untuk mendapatkan penghasilan tambahan itu sampai harus menghalalkan segala cara. Tidak saja martabat dan harga dirinya yang tergadaikan, tapi mungkin juga akan menimbulkan kerugian bagi orang lain.

 

Kalau sudah begini, lelucon yang sering saya dengar menjadi relevan. Menurut anda, kalau harga-harga barang sekarang bisa naik, lalu apa yang bisa turun? Dengan sinis biasanya orang menjawab: harga diri!

 

Namun, meski dalam keadaan sulit seperti sekarang ini, mudah-mudahan saja tidak ada orang Indonesia yang mau menggadaikan martabat dan harga dirinya demi memenuhi kebutuhan hidup atau gaya hidupnya. Apalagi kalau sampai merugikan saudara sebangsa dan setanah airnya sendiri.

  

Mudah-mudahan saja tidak ada dokter yang semakin rajin meresepkan obat yang sebenarnya tidak diperlukan pasiennya agar mendapatkan komisi dari perusahaan pembuat obat tersebut. Mudah-mudahan saja tidak ada advokat yang nekat menyuap hakim, dan tidak ada hakim yang nekat mau disuap, agar suatu perkara dapat dimenangkan. Mudah-mudahan saja tidak ada pengusaha yang nekat menyuap pejabat, dan tidak ada pejabat yang nekat mau disuap, agar pengusaha tersebut dapat menang tender proyek tertentu. 

 

Mudah-mudahan saja tidak ada pegawai pemerintah yang mempersulit dikeluarkannya ijin agar pemohon ijin mau memberikan sejumlah uang untuk mendapatkan ijin tersebut. Mudah-mudahan saja tidak ada tukang bakso yang mengawetkan baksonya dengan pengawet mayat agar baksonya yang tidak laku dapat awet dalam waktu lama. Mudah-mudahan saja tidak ada artis yang mau disuruh melakukan adegan asusila agar bisa tetap eksis di dunia entertainment.      

 

Mudah-mudahan saja saya tidak sedang bermimpi.

1 Comment

  1. mudah-mudahan masih ada harapan untuk bangkit


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s