Mengapa FPI Harus Dibubarkan?

Insiden di Monas pada tanggal 1 Juni 2008 lalu, menyita perhatian publik. Menurut berita yang beredar di koran maupun televisi, beberapa anggota Front Penyelamat Islam (FPI) menyerang massa dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB). Penyerangan itu terjadi pada saat AKK-BB sedang melakukan aksi dalam rangka memperingati Hari Pancasila.

Koran dan televisi bersahut-sahutan memberitakan insiden tersebut. Publik serempak menyalahkan FPI. Tuntutan pembubaran FPI pun bergema di mana-mana. Bahkan beberapa cabang FPI di daerah menjadi sasaran intimidasi dan amuk dari beberapa kelompok massa.

Pertanyaan saya, apakah koran dan televisi juga meliput pernyataan dari pihak FPI mengenai penyebab terjadinya insiden tersebut? Kalaupun ada, apakah porsinya sama dengan pemberitaan mengenai pernyataan dari pihak AKK-BB dan pihak-pihak yang mengutuk insiden tersebut?

Saya merasa opini publik telah digiring oleh media. Dari situ kemudian muncul tuntutan pembubaran FPI dan aksi-aksi balasan terhadap anggota FPI di daerah yang tidak tahu menahu duduk persoalannya.

Apakah memang karena perilaku beberapa anggota FPI tersebut kemudian FPI secara organisasi harus dibubarkan? Saya pikir tidak serta merta seperti itu. Harus dibuktikan dulu apakah insiden itu merupakan kebijakan resmi dari FPI atau memang hanya tindakan emosional beberapa anggotanya.

Pada prinsipnya, kalau memang harus ada yang dihukum dari insiden tersebut, maka yang harus dihukum adalah para pelaku penyerangan tersebut sebagai pribadi dan orang yang menyuruh atau memerintahkan penyerangan tersebut.

Polisi harus bertindak cepat dan tegas menangkap siapapun pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. Hukum seberat-beratnya para pelaku tersebut kalau memang mereka terbukti bersalah. Ini akan jadi shock therapy bagi siapapun yang menjadi anggota organisasi manapun.

Kekerasan tidak perlu dibalas dengan kekerasan. Perilaku seseorang tidak boleh langsung dikaitkan dengan organisasi yang diikutinya. Tanggapi insiden secara obyektif. Jangan karena ingin membunuh tikus di dalam rumah, maka kita harus sampai membakar rumah beserta segala isinya.

(foto: http://sukiman.com)

9 Comments

  1. Saya juga merasa aneh dengan insiden kemarin itu.
    Saya kok jadi curiga ya .. kalo banyak pihak yang sengaja membuat insiden itu terjadi supaya ada alasan untuk membubarkan FPI.

    Namun saya jg sangat menyayangkan kenapa FPI bisa terprovokasi kemarin itu.

  2. yup, betul. sekarang ini masyarakat banyak yang terpengaruh opini dari media-media yang tidak seimbang tanpa melihat akar permasalahannya. opini-opini inilah yang menyebabkan perpecahan sekarang ini. suatu hal yang sangat disayangkan dan tentunya patut dipertanyakan..

  3. Seharusnya, apabila hanya “oknum” tertentu dari FPI yang melakukan penyerangan-apakah mungkin itu hanya emosional perseorangan???….untuk apa FPI mempunyai Pemimpin???, berarti Pemimpin FPI tidak dianggap oleh bagi sebagian “oknum” tersebut. Saya rasa media sudah bertindak Fair, andai hanya satu/dua media saja dan yang lainnya tidak membuat berita yang sama-bisa dikatakan “Penggiringan Opini oleh Media” tetapi ini-kan terjadi semua media memberitakan hal yang sama. Sehingga, apabila FPI tidak mengakui perbuatannya malah meng-kambinghitamkan sebagian anggotanya, sudah sepantasnya Pimpinannya diberi penjelasan tentang mengatur “Oknum” tersebut.

  4. Marah……….. ya marah…………. tapi………….. otak harus dingin dan mulut jangan asal bunyi. PFI kan memperjuangkan syariat Islam yang benar demi kemajuan negeri ini yang penuh rahmat. Coba kita perhatikan kegiatan kita sehari-hari dalam haln meluruskan kawat yang bengkok, seandainya AKKBB masih seperti kawat (dapat diluruskan dengan lemah lembut atau kata lain dengan tangan) mungkin ceritannya tidak seperti ini. Jika kawat itu ukurannya sama seperti besi beton, pasti kita meluruskannya mepergunakan alat (semua pasti sudah tahu alat apa yang dipakai). koreksilah diri masing-masing akan kekurangan dan kesalahannya, karena paling mudah menyalahkan orang lain daripada menyalahkan diri sendiri. Pepatahpun menyatakan “Kuman diseberang lautan tampak, sedangkan gajah dipelupuk mata tidak nampak” Jayalah negeriku terrcinta Indonesiaku.

  5. @ indrio

    Yup, sangat disayangkan beberapa anggota FPI terpancing emosinya pada insiden monas itu

    @ taufiqnisti

    Begitulah kalau ada media yang telah memiliki prasangka sebelumnya. Karena aksi2 FPI sebelumnya, maka ketika ada insiden monas, media tsb “bersorak sorai gembira” karena seolah-olah telah mendapatkan pembenaran dari prasangkanya. Akibatnya, pemberitaan cenderung tidak obyektif.

    @ Mario

    Idealnya, pemimpin memang harus mampu mengatur anak buahnya. Tapi kenyataan di lapangan, model kepemimpinan di organisasi manapun belum tentu efektif dalam situasi dan kondisi tertentu.

    Untuk itu, perlu diuji di pengadilan apakah pemimpin FPI memang telah memerintahkan atau membiarkan terjadinya penyerangan terhadap massa AKK-BB tersebut. Sangat tidak fair apabila pemimpin FPI yang tidak memerintahkan penyerangan atau telah melakukan upaya patut untuk mencegah adanya penyerangan kemudian harus mempertanggungjawabkan tindakan emosional pribadi anggotanya.

    @ Dadang Yusuf

    Apapun alasannya, tindak kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Selama kita masih mengakui adanya pemerintahan, maka ketegasan sikap dari pemerintah dan aparatnya yang harus kita dorong untuk menyelesaikan masalah di negeri ini.

    Maju terus Indonesiaku!

  6. HANYA ORANG2 YG NON MUSLIM AND ORANG2 YG BODOH MENGHENDAKI FPI BUBAR,
    COBA LIHAT BENAR2 AKAR DARI SEMUA MASALAH INI..PENISTAAN AGAMA ISLAM OLEH JAI..!!
    SIAPA TOKOH YG MENGGEBU GEBU FPI DI BUBARKAN..?
    JAWAB GUS DUR,ADA APA DENGAN GUSDUR BEGITU MEMBENCI FPI..
    PERNAH KAH ANDA MENDENGAR ATAU MELIHAT GUS DUR OR ANTEK2 NYA (GARDA BANGSA,BANSER)
    MELAKUKAN GERAKAN YG REAL SEPERTI FPI UNTUK MENOLAK SESUATU YG BERTENTANGAN DENGAN SYARIAT ISLAM..??
    MALAH GUS DUR MENOLAK UUD ANTI PORNOGRAFI,MEMBELA AHMADYAH,AKU BINGGUNG DENGAN FIGUR GUSDUR..
    Nafsu Ahmadiyah belum dipuaskan sampai dengan keluar statemen GUSDUR yg notabene mempolitisir NU
    sebagai tunggangan politiknya dan ISRAEL sebagai gandengannya mengusulkan pembubaran FPI.
    Terpancing statemen gusdur habib Rizq membalas dengan lebih tajam dan pedas.
    Harapan Ahmadiyah dan Gusdur dalam menghancurkan musuh bebuyutan mereka berhasil
    dengan respon dari GARDA BANGSA,BANSER NU yg siap mengerahkan ribuan orang ke Jakarta untuk
    membubarkan sekretariat FPI yg merupakan rumah Habib Rizq berisikan hanya istri dan 6 orang gadis anaknya.
    SAYA MERAGUKAN KEIMANAN tokoh-tokoh yang tergabung dalam AKKBB seperti GUS DUR,Adnan Buyung Nasution dan Todung Mulya Lubis..!!!
    TAPI TOKOH2 DI ATAS KALAU GAK BELA AHMADYA OR AKKBB GAK DAPET LAGI DANA SEGAR DARI USA,UK,AND ISRAEL..SSSTTTT!!!

    TERUS BERJUANG FPI TEGAKKAN SARYAT ISLAM…KAMI UMAT ISLAM INDONESIA YG 100 % KE ISLAMAN NYA SIAP MENDUKUNG..!!!

  7. Saya pikir, kita jangan mencoba menilai sesuatu dari sisi kita tapi dari sisi kepentingan umum. Kita jangan segere memposisikan diri kita dan mengkotak kotakkan segala masalah di negeri ini dg Agama misalnya: Saya muslim mendukung 100% FPI atau saya non muslim tidak mendukung FPI. Tanah air ini bukan milik Agama tertentu saja. Dulu asal mula Indonesia juga bukan dari Agama tertentu saja. Cobalah kita mulai berpikir dari segi kepentingan umum, bukan dari segi kepentingan kelompok saja. Biar Merah Putih masih tetap berkibar, siapapun kita, dari agama manapun kita, tetap pegang tiang ini agar Bendera tetap berkibar.

  8. apapun namanya, kekerasan tetap kekerasa, menegakan silakan , tapi harus ingat, indonesia negara yang bhineka tunggal ika FPI harus mengakui itu. “FPI harus sadar karena Indonesia bukan negara Islam”, Apa Tuhannya FPI menegakan keadilan dengan cara kekerasan? Saya juga Islam, tidak ada kekerasan dalm alquran, janganlah ayat suci dalam kitab kita itu diplesetkan. Lagian di Indonesia saja aliran ISlam yang aneh2, di Arab malah tidak tuh. Ingat Sejarah oi…ka’abah itu dari mana? jujur saja mengakui kalau kitab suci kita berapa kali menyebut nama isa, Ingat kebohongan itu lama2 akan ketahuan, lebih baik bijak dari sekarang…biar tidak kelihatan munafik

  9. FPI KALAU MAU HIDUP DI INDONESIA HARGAI PERBEDAAN, JANGAN SALAHKAN MEDIA. MASYARAKAT INDONESIA MEMANG TAK SUKA KEKERASAN “JANGAN MELAKUKAKAN KEKERASAN DENGAN MEMBAWA NAMA AGAMA”


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s