Cari Dana Kampanye? Belajar dari Obama, Dong!

Menarik apa yang disampaikan artikel berjudul ”Fenomena Obama dan Internet” yang ditulis oleh Philips J. Vermonte (Kompas, 12/06/08). Artikel itu mengatakan bahwa kunci sukses kampanye Barack Obama, sehingga mengantarkannya menjadi calon presiden Amerika Serikat, adalah kemampuannya mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam seluruh kampanyenya.

Model kampanye tersebut dilakukan karena dilandasi keyakinan Obama bahwa politik harus bersifat bottom-up, bukan top-down. Rakyatlah yang harus diberdayakan untuk mendukung pencalonannya, bukan pengusaha besar atau kalangan elit yang memiliki kepentingan (interest group).

Bayangkan saja, berkat kecanggihannya memanfaatkan jaringan internet, tim kampanye Obama memiliki 750.000 relawan aktif dan 8.000 kelompok pendukung yang mengorganisir 30.000 events dalam 15 bulan kampanye pemilihan pendahuluan. Bahkan selain pengumpulan dana kampanye secara person to person, melalui pengiriman surat atau buletin langsung dari Obama, pengumpulan dana juga dilakukan melalui internet, dimana tercatat 1,3 juta orang telah memberikan donasinya kepada Obama.

Dilaporkan bahwa 94 persen donasi yang Obama terima berasal dari massa pemilih yang menyumbang kurang dari 200 dollar AS. Dengan model pengumpulan dana tersebut, Obama berhasil mengumpulkan dana hingga 265 juta dollar AS, tiga kali lipat dari dana yang dikumpulkan John McCain, rivalnya dari Partai Republik (Kompas, 14/06/08). Hal ini jelas telah menghancurkan paradigma lama yang menganggap bahwa sumber dana kampanye terbesar adalah dari para pengusaha besar dan kalangan elit.

Apa yang bisa dipelajari dari hal tersebut di atas? Pertama, jangan pernah meremehkan potensi rakyat. Asal mampu meraih kepercayaan rakyat, potensi yang dapat digalang dapat sangat mengejutkan.

Kedua, Asal mampu meraih kepercayaan rakyat, tidak perlu mengemis pada pengusaha besar atau kalangan elit. Dana kampanye hasil mengemis itu tentu mendatangkan konsekuensi. There is no free lunch. Hutang budi pada pengusaha besar atau kalangan elit itu berpotensi besar menjerumuskan pejabat terpilih pada tindakan penyalahgunaan jabatan.

Ketiga, pengumpulan dana kampanye yang berasal dari rakyat dapat dijadikan tolok ukur dukungan rakyat. Semakin besar dana kampanye yang berasal dari donasi rakyat, berarti semakin besar dukungan rakyat kepada calon pejabat tersebut.

Tentunya penggunaan dana kampanye yang berhasil dikumpulkan tersebut harus dipertanggungjawabkan secara transparan. Jangan mengecewakan hati rakyat yang telah percaya dan bersimpati pada calon pejabat tersebut.

Selamat mencoba!

(foto: http://www.celebquiz.com)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s