Apakah DPR itu Lembaga Coba-Coba?

Saya sangat prihatin melihat fenomena pencalonan anggota legislatif saat ini. Beberapa partai politik dengan bangga mengumumkan pencalonan artis sebagai bakal calon anggota legislatifnya. Beberapa partai politik juga mengumumkan pencalonan orang-orang muda dengan usia yang tidak jauh dari usia minimal untuk dicalonkan sebagai bakal calon anggota legislatifnya, yaitu 21 tahun.

Sebenarnya, saya tidak mau menuduh bahwa pencalonan artis tersebut adalah untuk memanfaatkan popularitasnya dalam mendongkrak perolehan suara partai saja. Saya juga tidak mau menuduh bahwa pencalonan orang-orang muda itu sebenarnya karena mereka memiliki hubungan dekat atau hubungan keluarga dengan petinggi-petinggi partai saja. Sama sekali tidak.

Yang memprihatinkan saya adalah tanggapan dari beberapa partai dalam menjawab keraguan berbagai pihak mengenai kualitas calegnya yang berasal dari kalangan artis atau orang-orang muda itu. Menurut partai-partai itu, artis dan orang-orang muda itu harus diberi kesempatan untuk belajar apabila mereka terpilih sebagai anggota legislatif nanti. Mungkin saja setelah proses belajar selama 1 โ€“ 2 tahun menjadi anggota DPR, mereka bisa menjalankan tugasnya secara optimal.

Menurut saya, proses belajar baru bisa berjalan dengan baik apabila seseorang telah memiliki kemampuan dasar yang cukup dari proses belajar sebelumnya. Seorang siswa SMA akan dapat belajar dengan baik apabila ia memiliki kemampuan dasar yang memadai dari proses belajar di tingkat SMP. Seorang pematung akan dapat menjadi pematung yang baik apabila dia telah memiliki kemampuan dasar untuk mengenali kualitas batu atau kayu yang akan menjadi bahan dasar patungnya. Begitulah seharusnya yang berlaku pada setiap tingkatan proses belajar.

Fungsi utama DPR adalah membuat undang-undang, menetapkan anggaran pendapatan dan belanja Negara, serta melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah. Untuk dapat menjalankan fungsinya tersebut, seorang anggota DPR setidak-tidaknya harus telah memiliki kemampuan dasar menulis dan berbicara di depan umum untuk menyampaikan ide-idenya, kemampuan bernegosiasi dalam mencapai keinginannya, serta kemampuan untuk membuat anggaran dalam menjalankan suatu kegiatan atau organisasi.

Kemampuan dasar tersebut hanya dapat diperoleh ketika anggota DPR itu terlibat dalam suatu organisasi atau kepengurusan kegiatan yang serius. Jadi bukan sekedar kegiatan arisan atau kumpul-kumpul temu kangen saja. Sekarang lihat saja, berapa banyak artis dan orang-orang muda itu yang pernah bergabung dalam suatu organisasi atau kegiatan yang serius. Kalau memang pernah bergabung, apakah mereka yang memegang kendali organisasi/kegiatan atau sekedar penggembira saja?

Seorang anggota DPR juga harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Lihat saja, berapa banyak artis dan orang-orang muda itu yang pernah terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat untuk masyarakat. Kalaupun tidak pernah terlibat atau tidak pernah terdengar mereka terjun dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, apakah mereka pernah berinisiatif untuk menyuarakan keprihatinan mereka secara lisan atau tulisan mengenai kondisi sosial masyarakat saat ini?

Tidak akan mungkin proses belajar di DPR dapat berjalan dengan baik kalau seorang caleg tidak memiliki kemampuan dasar dan kepekaan sosial tersebut. Tanpa itu, seorang anggota DPR hanya akan menjadi salah satu penghias kemewahan Gedung DPR saja. Keberadaannya hanya dibutuhkan ketika akan dilakukan voting. Setelah voting usai, orang-orang tidak akan peduli apakah mereka ada atau tiada. Menyedihkan sekali, bukan?

Apakah kita rela penghasilan hampir 1 milyar setahun diberikan kepada anggota DPR yang statusnya masih coba-coba belajar jadi anggota DPR? Apakah kita rela apabila pajak dari penghasilan buruh, guru, karyawan dan pedagang diberikan sebagai penghasilan bagi anggota DPR yang statusnya masih coba-coba belajar jadi anggota DPR?

Masyarakat harus tegas mengatakan tidak pada partai yang sembarangan mengajukan calegnya. Dorong partai untuk secara terbuka mengumumkan profil lengkap calegnya. Pastikan suara kita diberikan pada caleg yang benar-benar berkualitas.

Sekali lagi. Tolak caleg coba-coba!

(foto: albertuschw.wordpress.com)

7 Comments

  1. Vote Ari Juliano for Member of Parliament๐Ÿ˜€

  2. tapi kalau ke saya nggak coba coba lhoooooo

  3. Saya daftar jadi bakal caleg dari Partai Gerindra. Insya’ Allah bukan karena coba-coba melainkan karena merasa jiwa saya terpanggil untuk memperbaiki bangsa ini. Saya pun siap dinilai tingkat kelayakan saya untuk duduk di Senayan.

  4. @kombor
    saya dukung kang

  5. Biar lah mereka belajar setahun or dua. Siapa yang tahu, mereka memang punya niat baik memperbaiki keadaan. Kalaupun tidak, pastinya mereka punya niat baik memperbaiki keadaan diri sendiri, keluarga maupun golongan.

    Siapapun yang punya kesempatan dan kemauan duduk di legislatif, mestinya menyambut kesempatan itu. Seperti pak Moh Arif Widarto di atas, Jangan takut di bilang coba-coba pak. Walaupun pak Arif sudah pengalaman di organisasi manaupun, tetap saja perlu waktu belajar bagaimana jadi anggota dewan yang suaranya di dengarkan oleh anggota dewan yang lain.

  6. Salah satu makna manusia hidup kan memang untuk belajar, jadi ya kapanpun harus belajar terus sampai akhir hayat. Seorang pakar organisasi pun harus tetap terus belajar. Nah untuk para anggota legislatif ada tugas belajar yang lebih berat, mereka akan mewakili suara dan kepentingan rakyat. Untuk tugas berat mereka itupun, seluruh rakyat Indonesia “menyumbang” untuk membayar jerih payah mereka. Jadi… idealnya kan memang belajar dulu persiapkan dulu, tahu dulu nanti kalau jadi anggota DPR tugasnya apa, jangan mau dicalonin hanya berbekal, kepilih sukur ga kepilih juga ga pa pa, dan hanya bertekad nanti kalau kepilih baru belajar. Waduhhh apa kekejar tuh target tugas DPR 5 tahun kalau 1 – 2 tahun pertama baru belajar apa itu GBHN? bagaimana cara menyusun dan mengesahkan UU?. Saya selaku salah satu Rakyat Indonesia menaruh harapan besar pada wakil rakyat itu, Saya berharap wakil wakil rakyat itu adalah seseorang yang peka pada masalah apa sih yang dihadapi Rakyat Indonesia sebenarnya. Jangan cuma bisa Omong doang, “kemiskinan harus diatasi” tapi ga tau kenapa sih Rakyat Indonesia miskin? apa karena cuma masalah pengangguran aja? atau karena pendidikan mahal saja? apa para caleg itu tahu Iklan susu di TV yang udah menyalahi kode etik pemasaran susu pengganti ASI itu bikin banyak Ibu stress dengan kemiskinan karena susu mahal, lantas apa susu murah solusinya? hehehe jadi curhat. intinya Saya berharap jangan lagi ada anggota DPR yang bingung kenapa UU Pemasaran Susu Formula harus segera diundangkan? kenapa ASI ekslusif menjadi salah satu jalan keluar dari masalah Gizi Buruk?, karena saya sedih banget tuh keluar dari hearing dengan anggota DPR akhirnya cuma bisa bergumam “cape dehhhh”. Begitu juga dengan permasalahn lain yang harus dibahas di gedung DPR nanti. Karena sekali lagi.. jadi anggota DPR bukan tempat cari nafkah ya… tapi tempat berbakti, tempat menyalurkan aspirasi rakyat… dan jangan sia-siakan kepercayaan dan jerih payah rakyat yang bikin Anda-anda bisa duduk di kursi itu

  7. @ Anggara:
    Terima kasiiiiih ๐Ÿ˜›

    @ sicantik:
    Percaya koq, mbak ๐Ÿ™‚

    @ Moh Arif Widarto:
    Percaya, koq, Bang๐Ÿ™‚

    @ adibakri:
    Saya tidak melarang orang mencalonkan diri, lho, Pak. Siapa saja berhak maju menjadi caleg. Namun, pemilih juga berhak memilih caleg yang berkualitas, dong.

    Caleg seperti apa yang berkualitas? Caleg yang mempunyai kemampuan dasar di atas dan kepekaan sosial yang tinggi. Simple koq, Pak. Tidak terlalu menuntut banyak. Yang dicari khan bukan seorang Superman yang bisa menyelesaikan segala masalah.

    Yang penting dia punya kemampuan dasar yang memadai dan kepekaan sosial yang tinggi agar tingkat keberhasilannya dalam proses belajar di DPR juga tinggi. Karena niat saja tidak cukup untuk bisa bertahan dan berbuat lebih banyak di DPR.

    Khusus mengenai Pak Moh Arif Widarto, karena saya mengenal dengan baik sepak terjang beliau, maka saya percaya beliau dapat mengikuti proses belajar di DPR dengan baik apabila terpilih nanti.

    @ Ade:
    Setujuuuu ๐Ÿ™‚


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s