The Secret of Rizq

Istilah “rizq”, atau sehari-hari dikenal dengan istilah “rezeki”, adalah istilah yang sering dibicarakan orang. Melalui tulisan ini, perkenankan saya dengan segala keterbatasan pengetahuan agama ini menyampaikan hal-hal penting berkenaan dengan rezeki yang saya rangkum dari berbagai literatur dan pendapat ulama-ulama bijak.

Sumber Rezeki

Allah adalah Razzaaq, Maha Pemberi Rezeki (QS 51:58). Ia adalah sumber rezeki bagi semua makhluk hidup. Manusia dan makhluk hidup lainnya berkedudukan sebagai pencari dan penerima rezeki Allah.

Jaminan Rezeki

Setiap makhluk hidup terlahir sudah dijamin rezekinya oleh Allah (QS 11:6). Menurut hadits, rezeki telah ditetapkan semenjak manusia masih di dalam kandungan. Sesungguhnya Allah, demikian hadis riwayat Al-Bukhari itu, telah mengutus seorang malaikat ke rahim manusia, dan ketika Allah berkehendak memberi takdir pada ciptaan-Nya, laki-laki atau perempuan, sengsara atau bahagia, juga rezeki dan ajalnya, malaikat ini pun mencatat semuanya pada janin itu.

Oleh karena itu, setiap makhluk sudah dipastikan bagian rezekinya masing-masing. Tidak mungkin ada rezeki yang salah alamat.

Cara Memperoleh Rezeki

Tak ada cara lain untuk memperoleh rezeki selain dengan berusaha atau bekerja (QS 16:39). Dalam al-Qur’an, kerja yang baik adalah ibadah. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam usaha mencari rezeki itu adalah sebagai berikut:

  1. Menyadari bahwa rezeki datangnya dari Allah. Oleh karena itu, jangan menyekutukan Allah dengan makhluk yang hanya menjadi perantara rezeki (QS 2:22);
  2. Menyadari bahwa rezeki yang dilimpahkan Allah untuk makhluknya adalah sangat luas dan beraneka ragam, bahkan tiada terhitung (QS 24:38). Oleh karena itu, manusia harus paham bahwa rezeki yang diterimanya mungkin datang dalam bentuk yang berbeda dengan yang diharapkannya;
  3. Memilih mencari rezeki di tempat yang baik saja (thayyibah), karena Allah telah menyediakan cukup banyak tempat yang baik untuk mencari rezeki (QS 2:57; 17:70);
  4. Menyadari bahwa menyisihkan waktu untuk beribadah disela-sela usaha mencari rezeki tidak akan mengurangi jatah rezeki yang sepatutnya diterima (QS: 24:37-38; 62:9-10);
  5. Menyadari bahwa rezeki yang akan diperoleh adalah sesuai dengan usaha yang dilakukannya (QS 16:39). Namun, usaha tersebut tidak boleh kelewat batas sehingga mengesampingkan pertimbangan rasional, karena sesungguhnya Allah telah menentukan takaran rezeki yang akan diperolehnya (QS 15:21);
  6. Menyadari bahwa rezeki dari Allah untuk seseorang itu tidak hanya berada di satu tempat, tapi tersebar di banyak tempat (QS 67:15);
  7. Menghindari mencari rezeki dengan cara yang merugikan orang lain atau merusak lingkungan (QS 4:29; 11:85-86); dan
  8. Memanfaatkan waktu bekerja dengan sebaik-baiknya (QS 103:1-3).


Perantara Rezeki

Rezeki bisa datang dari arah yang tidak disangka-sangka (QS 65:3). Rezeki tidak selalu datang melalui orang yang memiliki hubungan kerja atau hubungan perniagaan dengan kita. Oleh karena itu, hubungan baik jangan hanya dibina dengan atasan, klien atau rekan usaha saja, tapi juga harus membina hubungan baik dengan siapapun yang ada di sekitar kita.

Perbedaan Perolehan Rezeki

Walaupun usaha yang dilakukan seseorang sama dengan orang lain, namun rezeki yang diperoleh setiap orang bisa berbeda-beda. Ada orang yang diberikan rezeki oleh Allah lebih banyak dibandingkan orang yang lain (QS 16:71). Hal ini tidak boleh menimbulkan iri hati (QS 4:32), karena Allah mengetahui apa yang paling baik bagi makhluknya (QS 2:216).

Amalan Pelancar Rezeki

Meski setiap orang telah dijamin rezekinya oleh Allah, namun kadang diperlukan beberapa amalan khusus agar rezeki dapat lebih mudah diperoleh. Adapun beberapa amalan tersebut adalah:

  1. Berbuat baik kepada kedua orang tua (QS 6:15; 46:15-18);
  2. Istighfar dan bertobat kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan (QS 71:10-12). Dengan bertobat berarti menyesali perbuatan/dosa yang telah dilakukan, bertekad untuk tidak mengulangi lagi, dan apabila terkait dengan hak sesama maka meminta kerelaan dari orang yang dirugikan dengan minta maaf dan/atau mengembalikan/memperbaiki hartanya;
  3. Takwa (QS 65:2-3), yang definisinya antara lain merasa takut kepada Allah, beramal dengan wahyu yang diturunkan, ridha dengan rezeki yang diterima dan siap menghadapi kematian;
  4. Tawakal (HR: Ibnu Maajah dan Ahmad), yaitu menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan usaha yang maksimal;
  5. Bersedekah (QS 2:261; 34:39);
  6. Bersilaturahmi (HR: al-Bukhaari);
  7. Berhijrah di jalan Allah (QS 4:100), yaitu berpindah dari tempat atau kondisi yang penuh maksiat ke tempat atau kondisi yang sekiranya dapat menyelamatkan akidah;
  8. Berhaji dan umrah (HR: Sunan al-Tirmidzi);
  9. Berdagang atau membuka usaha (HR: Musnad Ahmad); dan
  10. Beribadah sepenuhnya kepada Allah (HR: Imam Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim).

Fungsi Sosial Rezeki

Setiap rezeki yang kita peroleh pada dasarnya memiliki fungsi sosial (QS 51:19; 89:15-20; 51:19). Oleh karena itu, harus ada sebagian dari rezeki itu yang dipergunakan untuk membantu orang-orang miskin dan yang membutuhkan.

Pertanggungjawaban Rezeki

Setiap rezeki yang kita peroleh ada pertanggungjawabannya. Di akhirat nanti, setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban bagaimana memperoleh dan menggunakan rezekinya itu (QS 3:25; 3:30; 3:115; 3:195; 4:85).

————–

Demikian hal-hal penting mengenai rezeki yang dapat saya rangkum. Saran, masukan dan kritik terhadap rangkuman tersebut amat sangat diperlukan untuk menyempurnakan rangkuman tersebut, sehingga dapat memberikan manfaat lebih besar bagi yang membaca dan mengamalkannya.

Akhir kata, segala yang baik dari rangkuman tersebut datangnya hanya dari Allah SWT. Apabila ada kesalahan atau kekurangan dari rangkuman tersebut adalah murni kesalahan saya pribadi sebagai manusia yang penuh dengan kekurangan.

Bahan Rujukan:

  • Ensiklopedi Al- Qur’an oleh Prof. Dr. Dawam Rahardjo
  • Pembuka Pintu Rezeki, Artikel Fatawa Vol.III/No.09/Agustus 2007
  • Menjemput Rezeki dengan Berkah, Tausiyah oleh Aa Gym

(foto: http://www.duniaemas.blogspot.com)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s