3 Alasan Kita (Sangat) Berhak Kritik Anggota DPR

Teman-teman mungkin sudah melihat sendiri perilaku memalukan yang ditunjukkan anggota Dewan yang terhormat saat rapat paripurna untuk mendengarkan Laporan Panitia Angket DPR RI mengenai Pengusutan Kasus Bank Century. Ada tudingan yang langsung diarahkan kepada anggota DPR yang berperilaku memalukan tersebut. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa ini adalah kesalahan pemilih pada pemilu kemarin, sehingga tidak boleh menyalahkan anggota DPR tersebut.

Saya pikir, apapun pendapat seputar perilaku anggota DPR tersebut, setidaknya ada 3 alasan mengapa kita berhak dan harus mengkritik anggota DPR yang berperilaku tidak benar atau tidak etis, yaitu:

Pertama, saat pemilu, mereka secara sukarela mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Kalaupun diminta oleh partai politik, mereka bersedia untuk dicalonkan mewakili partai politik tersebut. Dengan begitu, menjadi anggota DPR adalah pilihan mereka sendiri, dan mereka harus mengerti konsekuensinya menjadi anggota DPR.

Kedua, di awal jabatannya, anggota DPR telah diambil sumpah/janjinya  untuk memenuhi kewajiban sebagai anggota DPR dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya; memegang teguh Pancasila dan menegakkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta peraturan perundang-undangan; menegakkan kehidupan demokrasi serta berbakti kepada bangsa dan negara; dan memperjuangkan aspirasi rakyat untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia. Jadi, adalah hak rakyat untuk mengingatkan wakilnya di DPR apabila telah melanggar sumpah/janjinya.

Ketiga, gaji, tunjangan dan segala fasilitas yang dinikmati anggota DPR berasal dari pajak yang dipungut dari uang hasil memeras keringat dan air mata rakyat Indonesia.  Apalagi, meski cuma bekerja selama 5 tahun (atau kurang dari 5 tahun apabila terjadi Pergantian Antar Waktu), mereka mendapat pensiun seumur hidup. Padahal kebanyakan pegawai negeri sipil telah bekerja berpuluh-puluh tahun untuk mendapat pensiun.  Jadi, kritik dari rakyat adalah wujud permintaan pertanggungjawaban penggunaan pajak yg dibayarkannya.

Jadi, jangan pernah ragu untuk melontarkan kritik sekeras apapun kepada anggota Dewan yang terhormat itu, karena kita adalah pemilik yang sah dari negeri ini.

foto: suarapembaruan.com