Artis mau terjun ke politik? Liat Arnold, tuh!

Kemarin malam saya menonton acara dialog di televisi yang menampilkan seorang pengamat politik muda. Ketika ditanya pendapatnya mengenai banyaknya artis yang mendaftar menjadi calon anggota legislastif (caleg), ia menjawab dengan tegas bahwa itu telah merendahkan wibawa politik.

Ketika dikejar pertanyaan apakah berarti artis tidak boleh mencalonkan diri sebagai caleg, ia segera mengkoreksi pernyataannya bahwa artis yang mau maju harus punya kemampuan. Ia mencontohkan Arnold Schwarzenegger dapat terpilih menjadi Gubernur California bukan sekedar mengandalkan keartisannya, tapi Arnold mampu menunjukkan kemampuan berdasarkan pengalaman di berbagai aktifitas sosial politik yang dijalaninya.

Sebagai informasi, sebelum menjadi Gubernur California, Arnold aktif di Partai Republik, berurusan dengan olahraga dan mendirikan yayasan yang mendukung aktivitas ekstrakurikuler anak sekolah. Selama 30 tahun terakhir, Arnold mencurahkan hidupnya untuk anak-anak, kalangan tak beruntung, para pendidik, dan banyak kalangan lainnya. Ia juga aktif menggalang dana untuk Partai Republik. Selain itu, Arnold sering terlibat dalam perdebatan isu-isu politik seperti masalah aborsi, hak kaum gay, lingkungan dan impeachment.

Jadi, artis yang mau terjun ke dunia politik harusnya bukan sembarang artis (atau artis sembarangan?). Sang artis harus telah menunjukkan bahwa dirinya punya cukup pengalaman dalam beraktifitas, kemampuan dasar dan kepekaan sosial yang tinggi. Kalau sang artis hanya mengandalkan keartisannya saja, maka anggapan orang bahwa dunia politik itu sekedar panggung sandiwara akan tetap lestari.

Maap-maap aja, ya, Mpok, Bang!

(foto: http://www.indonesiaselebriti.com)

Advertisements

Cara Cerdik Cari Dana Sosial

Saya baru membaca artikel di Kompas.com berjudul “Santap Siang Rp 20 M Bersama Warren Buffet“. Intinya, ada sebuah yayasan sosial bernama Glide Foundation yang kegiatannya mengurusi kaum gelandangan di San Fransisco, AS, mencoba mencari dana untuk membiayai kegiatannya.

Cara yang dilakukan tergolong unik dan cerdik, yaitu dengan melelang kesempatan makan siang dengan Warren Buffet. Sebenarnya, kegiatan ini telah dilakukan sejak beberapa tahun silam. Namun penyelenggaraan tahun ini cukup menyita perhatian. Mengapa?

Adalah Zhao Danyang, owner Pureheart China Growth Investment Fund, yang berani memberikan penawaran sampai dengan USD 2.110.100 (sekitar Rp 19,6 miliar) untuk bisa makan siang dengan Warren Buffet. Tawaran Danyang tersebut merupakan penawaran tertinggi sepanjang sejarah lelang untuk acara kegiatan amal di AS, termasuk di eBay, sebagai penyelenggara lelang tersebut.

Saya jadi membayangkan, seandainya hal itu bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga sosial di Indonesia. Mungkin yang bisa laku keras apabila dibuka lelang penawaran untuk kesempatan makan siang dengan selebritis, artis sinetron, Putri Indonesia atau Miss Indonesia. 😛

Selamat mencoba!

(foto: http://www.kompas.com)

Harga Barang Naik, Harga Diri Turun?

Seperti telah diduga sebelumnya, ketika harga BBM jadi dinaikkan oleh pemerintah, langsung saja harga-harga barang turut merangkak naik. Menyikapi hal ini, setiap orang, dari kalangan bawah, menengah atau atas, pasti berusaha keras untuk ’mengakali’ keadaan ini.

 

Masyarakat kalangan bawah akan mencari cara agar kebutuhan pokoknya tetap terpenuhi. Belanja kebutuhan makan sehari-hari, bayar cicilan rumah atau biaya sekolah anak akan menjadi fokus perhatiannya. Sedangkan masyarakat kalangan menengah dan atas cenderung mencari cara agar gaya hidup mereka dapat terus dipertahankan.

    

Sangat wajar kalau setiap orang kemudian akan mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Masalah akan muncul kalau untuk mendapatkan penghasilan tambahan itu sampai harus menghalalkan segala cara. Tidak saja martabat dan harga dirinya yang tergadaikan, tapi mungkin juga akan menimbulkan kerugian bagi orang lain.

 

Kalau sudah begini, lelucon yang sering saya dengar menjadi relevan. Menurut anda, kalau harga-harga barang sekarang bisa naik, lalu apa yang bisa turun? Dengan sinis biasanya orang menjawab: harga diri!

 

Namun, meski dalam keadaan sulit seperti sekarang ini, mudah-mudahan saja tidak ada orang Indonesia yang mau menggadaikan martabat dan harga dirinya demi memenuhi kebutuhan hidup atau gaya hidupnya. Apalagi kalau sampai merugikan saudara sebangsa dan setanah airnya sendiri.

  

Mudah-mudahan saja tidak ada dokter yang semakin rajin meresepkan obat yang sebenarnya tidak diperlukan pasiennya agar mendapatkan komisi dari perusahaan pembuat obat tersebut. Mudah-mudahan saja tidak ada advokat yang nekat menyuap hakim, dan tidak ada hakim yang nekat mau disuap, agar suatu perkara dapat dimenangkan. Mudah-mudahan saja tidak ada pengusaha yang nekat menyuap pejabat, dan tidak ada pejabat yang nekat mau disuap, agar pengusaha tersebut dapat menang tender proyek tertentu. 

 

Mudah-mudahan saja tidak ada pegawai pemerintah yang mempersulit dikeluarkannya ijin agar pemohon ijin mau memberikan sejumlah uang untuk mendapatkan ijin tersebut. Mudah-mudahan saja tidak ada tukang bakso yang mengawetkan baksonya dengan pengawet mayat agar baksonya yang tidak laku dapat awet dalam waktu lama. Mudah-mudahan saja tidak ada artis yang mau disuruh melakukan adegan asusila agar bisa tetap eksis di dunia entertainment.      

 

Mudah-mudahan saja saya tidak sedang bermimpi.

  • Calendar

    • September 2018
      M T W T F S S
      « Jun    
       12
      3456789
      10111213141516
      17181920212223
      24252627282930
  • Search