Facebook Saya Di-banned!

facebook

Ceritanya, pada tanggal 8 Pebruari 2009 lalu,  Indonesian Society for Civilized Election (ISCEL), sebuah NGO yang saya dan kawan-kawan dirikan, melakukan konferensi pers untuk mengumumkan hasil penelitiannya terhadap kelengkapan informasi yang tercantum dalam situs-situs resmi 38 partai politik tingkat nasional. Acara itu dihadiri cukup banyak wartawan dari berbagai media massa. Pada buku tamu tercatat ada 16 media massa yang hadir, dimana 3 diantaranya adalah dari Indosiar, SCTV dan TV One.

Pada tanggal 9 Pebruari 2009, beberapa media massa telah menurunkan liputannya, yaitu antara lain Republika, Detikcom, Media Indonesia, Rakyat Merdeka, Inilah TV, Kompas TV, dan bahkan Jakarta Post sampai tiga hari memuat hasil penelitian ISCEL tersebut, yaitu pada tanggal 9, 10 dan 12 Pebruari 2009.

Pada tanggal 20 Pebruari 2009, saya meng-upload video yang berisi hasil liputan konferensi pers oleh Kompas TV di Youtube. Kemudian, link video tersebut saya share ke beberapa grup yang saya ikuti di Facebook. Tiba-tiba, saya mendapat peringatan dari administrator facebook bahwa saya telah melanggar Term of Use. Akibatnya, account Facebook saya tidak bisa diakses lagi, termasuk page ISCEL yang khusus saya buat.

Apabila saya perhatikan isi dari Term of Use tersebut, satu-satunya “pelanggaran” yang mungkin saya buat adalah karena saya meng-upload video hasil liputan Kompas TV dan Inilah TV yang bukan hasil karya saya sendiri di Facebook. Saya dapat memahami hal itu karena mungkin Facebook tidak ingin ada masalah pelanggaran hak cipta.

Namun, apabila memperhatikan ketentuan pada situs Kompas TV dan Inilah TV, sampai hari ini tidak ada ketentuan yang melarang seseorang untuk meng-upload video yang ditayangkan pada dua situs itu pada situs pihak lain. Dua video itu juga mengandung nilai berita yang telah terpublikasikan secara luas. Oleh karena pada dua video tersebut tetap ada logo dari Kompas TV dan Inilah TV sehingga menerangkan sumbernya, dan saya tidak mengambil keuntungan komersil dari upload dua video tersebut di Facebook, maka saya merasa tidak ada pihak yang dirugikan dari tindakan saya meng-upload dua video tersebut. Tindakan saya itu seharusnya dapat dikategorikan sebagai Fair Use dalam sistem hukum Amerika Serikat, tempat dimana Facebook bermarkas.

Beberapa grup yang saya share link video tersebut sudah sangat selektif sekali. Hanya yang kira-kira relevan dengan informasi dalam video itu saja yang saya share. Hal itu juga saya lakukan karena telah ada link beberapa caleg yang mempromosikan diri pada beberapa grup tersebut. Logika saya, kalau link kampanye caleg saja boleh, mengapa link video liputan konferensi pers ISCEL tidak boleh.

Beberapa orang kawan mengatakan bahwa tindakan administrator Facebook tersebut bisa jadi karena ada laporan dari pihak-pihak yang tidak menyukai aktivitas saya di Facebook. Hal ini bisa saya mengerti mengingat account Facebook saya memang banyak memuat informasi yang berkaitan dengan perjuangan ISCEL dalam mempromosikan Pemilu yang Beradab. Mungkin saja hal itu membuat “gerah” beberapa pihak.

Berkenaan dengan hal di atas, saya telah mengajukan keberatan melalui e-mail kepada administrator Facebook. Dalam balasannya, mereka menyuruh saya menunggu pemberitahuan selanjutnya.

Pada dasarnya, tidak masalah bagi saya untuk membuat account baru di Facebook atau mungkin tidak membuat sama sekali. Yang saya sayangkan adalah tidak dapat lagi di akses informasi yang bermanfaat pada account Facebook itu dan page ISCEL dalam rangka mempromosikan Pemilu yang Beradab. Semua file informasi tersebut yang pernah tersimpan di laptop saya juga telah hilang karena virus beberapa waktu lalu.

Saat ini, saya cuma bisa berharap semoga Tuhan memberikan jalan terbaik agar perjuangan ISCEL untuk mempromosikan Pemilu yang Beradab dapat terus berlanjut.

(Facebook logo and trademark are owned by Facebook Team)

Waspadai Partai yang Tidak Informatif!

Beberapa waktu lalu telah diumumkan partai politik yang lolos verifikasi untuk menjadi peserta pemilu 2009. Telah diumumkan pula nomor urut dari masing-masing partai politik tersebut. Karena ingin tahu lebih jauh mengenai partai politik tersebut, saya mencoba mencari situs resmi (website) partai-partai politik tersebut di internet.

Dari hasil pencarian tersebut, diketahui bahwa tidak semua partai politik itu memiliki situs di internet. Kalaupun ada yang telah membuatnya, ternyata isinya tidak memberikan informasi yang jelas tentang partai politik tersebut. Bahkan ada beberapa situs yang tidak di-update. Apakah ini merupakan masalah besar? Jelas masalah besar!

Masyarakat berhak tahu siapa saja orang-orang yang mengurus partai politik tersebut. Masyarakat juga berhak tahu apa visi, misi dan program kerja yang ditawarkan oleh partai politik tersebut. Untuk partai politik yang telah mengikuti pemilu sebelumnya, masyarakat berhak tahu apakah program kerja yang diusung pada pemilu lalu telah berhasil dijalankan. Wahana apa yang dapat dirujuk untuk mencari informasi tersebut dengan mudah kalau bukan lewat situs partai politik tersebut?

Mustahil spanduk atau iklan partai politik, baik di media cetak maupun elektronik, dapat memuat seluruh nama pengurus mereka, baik di tingkat nasional maupun daerah, beserta visi, misi dan program kerja mereka secara lengkap. Mengingat daya tampung informasi yang lebih besar di internet, partai politik sudah seharusnya memiliki situs untuk menyampaikan informasi yang jelas dan utuh tentang diri mereka. Bohong besar kalau alasannya adalah tidak ada dana. Kalau untuk mendirikan dan mengembangkan partai politik saja bisa menghabiskan dana sampai milyaran rupiah, mengapa tidak mampu untuk membuat dan mengembangkan sebuah situs yang biayanya sangat jauh dibawah itu?

Masyarakat harus hati-hati terhadap partai politik yang terkesan menyembunyikan atau sama sekali tidak mau membagi informasi tentang dirinya. Kalau saat ini saja partai politik itu tidak mau membagi informasi tentang dirinya, bagaimana nanti ketika mereka berkuasa?

Sebagai bahan pertimbangan dalam menilai partai politik mana yang informatif dan yang tidak, di bawah ini saya sampaikan partai politik nasional peserta pemilu 2009 beserta alamat situs mereka yang saya temukan sampai saat tulisan ini dibuat, sesuai nomor urutnya:

1. Partai Hanura (www.hanura.com)

2. Partai Karya Peduli Bangsa (situs tidak ditemukan)

3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (www.partai-ppi.com)

4. Partai Peduli Rakyat Nasional (www.pprn.or.id)

5. Partai Gerakan Indonesia Raya (www.partaigerindra.or.id)

6. Partai Barisan Nasional (situs tidak ditemukan)

7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (situs tidak ditemukan)

8. Partai Keadilan Sejahtera (www.pk-sejahtera.org)

9. Partai Amanat Nasional (www.amanatnasional.com)

10. Partai Indonesia Baru (www.partai-pib.or.id)

11. Partai Kedaulatan (situs tidak ditemukan)

12. Partai Persatuan Daerah (www.partaipersatuandaerah.com)

13. Partai Kebangkitan Bangsa (www.dpp-pkb.org)

14. Partai Pemuda Indonesia (situs tidak ditemukan)

15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (www.dpp-pni.tripod.com)

16. Partai Demokrasi Pembaruan (www.pdp.or.id)

17. Partai Karya Perjuangan (www.partaikaryaperjuangan.org)

18. Partai Matahari Bangsa (www.pmb.or.id)

19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (situs tidak ditemukan)

20. Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (situs tidak ditemukan)

21. Partai Republik Nusantara (situs tidak ditemukan)

22. Partai Pelopor (situs tidak ditemukan)

23. Partai Golkar (www.golkar.or.id)

24. Partai Persatuan Pembangunan (www.ppp.or.id)

25. Partai Damai Sejahtera (www.partaidamaisejahtera.com)

26. Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia (situs tidak ditemukan)

27. Partai Bulan Bintang (www.pbb-info.com)

28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (www.pdi-perjuangan.or.id)

29. Partai Bintang Reformasi (situs tidak ditemukan)

30. Partai Patriot (situs tidak ditemukan)

31. Partai Demokrat (www.demokrat.or.id)

32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia (www.pkdindonesia.com)

33. Partai Indonesia Sejahtera (situs tidak ditemukan)

34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (www.pknu.org)

41. Partai Merdeka (www.partaimerdeka.or.id)

42. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (situs tidak ditemukan)

43. Partai Syarikat Indonesia (situs tidak ditemukan)

44. Partai Buruh (www.partaiburuh.org)

Ket.: No. urut 35 s/d 40 adalah partai lokal di Nanggroe Aceh Darussalam

(foto: http://www.kpu.go.id)